Rektor Ambil Sumpah 68 PNS Baru

sumpah PNS

Auditorium, BERITA UIN Online – Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada melantik dan mengambil sumpah jabatan kepada 68 pegawai negeri sipil (PNS) baru untuk golongan III dan II. Acara pengambilan sumpah dilakukan di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Selasa (15/11). Turut hadir para wakil rektor, sejumlah dekan, kepala biro, dan kepala bagian serta kepala sub bagian.

PNS baru yang diambil sumpah terdiri atas 34 tenaga dosen, 15 tenaga administratif, dan 19 pelaksana (pengemudi, petugas keamanan, pramusaji, pramukantor, tenaga kebersihan). Para PNS tersebut merupakan hasil seleksi pemberkasan KI dan KII yang berlangsung sejak tahun 2009.

Rektor dalam sambutannya meminta kepada para PNS agar tetap menjaga kinerja dan berdisiplin baik. Ia juga mengharapkan agar mereka tidak menyia-nyiakan waktu karena akan berdampak pada perolehan remunerasi sebagai salah satu pemberian kesejahteraan.

“Hampir setiap tahun uang remunerasi kita tidak terserap seratus persen. Hal itu menunjukkan bahwa kinerja PNS kita masih buruk,” kata Rektor.

Di sisi lain, Rektor mengingatkan bahwa tujuan menjadi PNS bukan untuk mencari kekayaan, tetapi yang penting hidup serba berkecukupan. “Jika ingin kaya, ya jangan jadi PNS,” ujarnya.

Pada bagian lain, Rektor juga meminta PNS agar memahami cita-cita UIN Jakarta yang akan menjadi world class university (WCU) yang diakui di tingkat internasional. Karena itu setiap PNS dituntut untuk bekerja keras sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing serta mendukung cita-cita tersebut.

“Kita harus menjaga kepercayaan masyarakat, sehingga UIN Jakarta tetap menjadi perguruan tinggi pilihan bagi para calon mahasiswa baru,” ujarnya. (ns)

Optimalisasi Layanan, Bagian Akademik Luncurkan SLA

yarsi

Gedung Akademik, BERITA UIN Online— Dalam rangka meningkatkan layanan akademik, Bagian Akademik UIN Jakarta meluncurkan Sistem Layanan Akademik (SLA). Sistem yang baru di-launching sepekan ini di maksudkan untuk mempermudah mahasiswa dalam pengurusan administrasi akademik. Mulai dari layanan tandatangan transkip Indeks Prestasi (IP), serta permohonan lainnya.

Demikian disampaikan Kepala Bagian Akademik Ir Yarsi Berlianti Msi, saat ditemui BERITA UIN Online di ruang kerjanya, Jumat (18/11). Yarsi menambahkan, dalam sistem baru tersebut, sudah terdapat beberapa item yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dalam rangka mendapatkan kelengkapan akademik.

“Mahasiswa cukup mengakses aplikasi tersebut, dan memilih menu layanan yang kami sediakan serta sesuai dengan kebutuhan. Setelah itu, mahasiswa menyerahkan berkas (printout) kepada petugas akademik untuk diproses,” jelas Yarsi.

Ditambahkannya, mahasiswa dapat memeriksa sudah sejauh mana proses pengajuannya dari mana pun selama dapat mengakses layanan internet, dengan mengakses http://layanan.akademik.uinjkt.ac.id/index.php?r=site/index. Pasalnya, dalam layanan tersebut terdapat keterangan progress dari pengajuan mahasiswa.

“Kami berharap, sistem layanan yang baru ini dapat diaplikasikan pada bagian akademik di seluruh fakultas yang ada di UIN Jakarta. Dengan demikian, maka layanan akademik di UIN Jakarta dapat terus meningkat dan proses belajar-mengajar berjalan lancar,” harapnya.

Di waktu yang sama, Yarsi juga mengatakan bahwa bagian akademik telah mengadakan pembekalan kepada seluruh karyawan bagian akademik, baik pusat maupun fakultas. Dari kegiatan tersebut, menghasilkan beberapa poin penting yang berkaitan dengan peningkatan layanan akademik.

“Salah satu hasil pembekalan tersebut adalah ditemukannya Sistem Layanan Akademik (SLA) ini. Lebih jauh, yaitu semboyan karyawan bagian akademik dalam memberikan layanan, yaitu Ramah, Cepat, dan Akurat (RCA). Ramah dalam melayani, cepat dalam memproses setiap kebutuhan mahasiswa, dan akurat dalam memberikan jawaban atau tindakan,” jelas Yarsi.

Terkait sarana dan prasarana yang ada, Yarsi mengaku masih membutuhkan sedikitnya empat unit komputer (touch screen), hal ini untuk mempermudah mahasiswa mengakses dan menyampaikan kebutuhan akademiknya kepada petugas.

“Saat ini, mahasiswa masih harus antre, karena kami baru memiliki empat unit komputer. Antrean tersebut akan semakin banyak pada waktu-waktu tertentu, dimana mahasiswa membutuhkan layanan yang sama dari bagian akademik,” terangnya kepada BERITA UIN. (lrf)