Faktor Kunci Keberhasilan

Faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihimpun dari kondisi internal dan eksternal UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan kondisi yang mungkin berkembang dan timbul di kemudian hari yang akan mempengaruhi eksistensi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dengan diketahuinya faktor yang paling berpengaruh baik positif maupun negatif terhadap perkembangan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dari Analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman (SWOT Analysis) ditentukan asumsi strategis, yaitu: a) menggunakan kekuatan yang ada pada organisasi untuk memanfaatkan peluang; b) memanfaatkan peluang untuk mengatasi ancaman; c) mengatasi kelemahan yang ada dengan memanfaatkan peluang; dan d) mewaspadai dan mencegah kelemahan dalam menghadapi ancaman yang dapat menghambat terwujudnya visi dan misi.
Dengan melihat keterkaitan masing-masing faktor (aspek kekuatan dan kelemahan) dengan visi, misi yang hendak dicapai, maka rumusan hasil analisis strategis yang menjadi prioritas Faktor Kunci Keberhasilan (FKK) adalah:
    1. Komitmen semua level manajemen mengawal keberhasilan reformasi birokrasi. Dalam seluruh tahap reformasi birokrasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, komitmen pimpinan selalu didapatkan, ditandai dengan penandatangan kesiapan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk melaksanakan reformasi birokrasi, serta pelaksanaan reformasi birokrasi menjadi fokus prioritas kegiatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
    2. Internalisasi reformasi birokrasi melalui integrasi kegiatan. Pada hakikatnya, seluruh pelaksanaan program dan kegiatan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan program dan kegiatan yang mengalami proses perbaikan secara terus menerus, dengan tujuan utama untuk kepentingan masyarakat.
    3. Mengerahkan seluruh resources untuk mendukung reformasi birokrasi. Keterlibatan seluruh komponen organisasi, merupakan salah satu bentuk komitmen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk mensukseskan reformasi birokrasi di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Upaya pengerahan seluruh resources juga akan dijalankan seiring dengan peningkatan efisiensi penggunaan anggaran dan efektifitas pemanfaatan prasarana dan sarana dalam menghadapi krisis ekonomi.
    4. Pelaksanaan reformasi birokrasi yang konsisten. Reformasi birokrasi di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta akan diupayakan menjadi kebutuhan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tidak hanya saat ini ketika reformasi birokrasi menjadi prioritas pemerintah, tetapi merupakan kebutuhan selamanya.
    5. Pencapaian dan peningkatan target secara berkesinambungan. Pada dasarnya reformasi birokrasi adalah sesuatu yang dilakukan untuk tujuan birokrasi yang lebih baik. Oleh karenanya, perbaikan dilakukan tidak hanya sampai titik kemajuan tertentu, tetapi, dokumen dan pelaksanaan reformasi birokrasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta akan terus menerus diperbaiki kualitasnya serta pencapaian dan peningkatan targetnya dari waktu-ke waktu.
    6. Upaya perbaikan dilakukan secara terus-menerus, holistik, terstruktur dan berorientasi pada hasil. Dokumen usulan yang diajukan, bukan hanya merupakan dokumen rencana, akan tetapi menjadi pemandu reformasi birokrasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk mencapai titik kemajuan tertentu di seluruh area perubahan. Upaya perbaikan terus menerus akan dilakukan baik dari sisi dokumen (akan menjadi living document) maupun pada tahap implementasi serta monitoring dan evaluasinya.

Reformasi Birokrasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta